Utah Jazz bertandang ke Capital One Arena pada Senin malam dan pulang dengan kemenangan 127-115 atas Washington Wizards. Itu bukanlah pertandingan yang penuh sorotan yang akan dikenang sepanjang masa, jauh dari itu, tetapi itu adalah contoh nyata dari tim dengan rencana yang berhasil melaksanakannya melawan tim yang masih mencari rencana. Jazz, yang kini mengantongi rekor 30-16, kokoh di zona playoff Wilayah Barat, sementara Wizards, dengan rekor 15-32, hanya berusaha menemukan konsistensi.
Lauri Markkanen memimpin Jazz dengan 29 poin dan 9 rebound, menunjukkan mengapa ia menjadi All-Star musim lalu. Ia berhasil memasukkan 5 dari 10 percobaan tembakan tiga poinnya, membuka ruang dan menyulitkan pertahanan dalam Washington. Collin Sexton menambahkan 27 poin dengan efisiensi tembakan 10-dari-16, termasuk beberapa penyelesaian sulit di tengah keramaian yang mematahkan beberapa upaya comeback Wizards. Utah menembak dengan sangat baik, 52.8% dari lapangan dan 44.4% dari luar garis tiga poin. Tembakan seperti itu sulit diatasi oleh tim mana pun, apalagi tim yang kesulitan dalam bertahan.
Bagi Wizards, ceritanya sama saja. Kyle Kuzma mencoba menjaga mereka tetap bertahan dengan 23 poin dan 8 assist, tetapi ia juga melakukan 4 turnover. Tyus Jones, yang telah menjadi kehadiran yang stabil musim ini, berhasil mencetak 15 poin dan 7 assist, tetapi dampaknya tidak cukup untuk membendung gelombang. Jordan Poole, yang menjadi starter di lini belakang, menyelesaikan pertandingan dengan 18 poin, tetapi pilihan tembakannya sering terasa dipaksakan, dan ia hanya menembak 6-dari-15 dari lapangan. Pertahanan Washington, yang berada di peringkat terbawah liga, memungkinkan Jazz mencetak angka dengan relatif mudah, terutama di area cat di mana Utah mencetak 56 poin.
Wizards sebenarnya sempat unggul 4 poin di awal kuarter kedua, 38-34, tetapi Jazz melakukan lari cepat 10-0 yang menghapus keunggulan tersebut dan mereka tidak pernah benar-benar mengancam lagi. Bangku cadangan Utah mengungguli Washington 38-27, dengan Keyonte George menyumbangkan 14 poin dan 5 assist sebagai pemain cadangan. Kedalaman seperti itu adalah kemewahan yang tidak dimiliki Wizards saat ini. Frustrasi terasa jelas di kubu Wizards, terutama setelah beberapa kesalahan penugasan menyebabkan poin mudah bagi Jazz.
Dengar, Wizards sedang dalam pembangunan ulang total, entah mereka mau mengakuinya atau tidak. Pertukaran Bradley Beal dan Kristaps Porzingis menandakan hal itu. Mereka memang punya beberapa pemain, tentu saja, tetapi mereka kekurangan pemain inti sejati dan identitas pertahanan yang koheren. Utah, di sisi lain, secara diam-diam telah menyusun skuad yang kompetitif yang dibangun di sekitar Markkanen dan kumpulan pemain peran yang solid. Mereka bermain keras, mereka menggerakkan bola, dan mereka menembak dengan baik. Itu adalah formula untuk sukses di NBA modern.
Begini: Wizards masih jauh dari persaingan, dan melihat mereka melawan tim yang dilatih dengan baik dan disiplin seperti Jazz menyoroti seberapa jauh. Mereka perlu berkomitmen untuk mengembangkan bakat muda mereka dan menemukan jangkar pertahanan. Prediksi saya? Jordan Poole, dengan segala kilasan kejeniusannya, bukanlah guard kaliber starter di tim playoff. Dia adalah pencetak angka instan dari bangku cadangan, dan sampai Wizards menerima itu, mereka akan terus berjuang dengan efisiensi ofensif dan kelalaian pertahanan.
Saya memprediksi Wizards akan menyelesaikan musim ini dengan kurang dari 20 kemenangan.